ZAM ZAM Square

Raya Condet 4, Lt 2 Unit 9 Jakarta Timur 15390

(+62) 817 - 9699 - 690

24/7 Customer Support

Mon - Fri: 9:00 - 17:30

Online Office always open

Doa Agar Keinginan Terkabul, Seperti Ini Caranya

Tanggal

Daftar Isi

Doa Agar Keinginan Terkabul, Seperti Ini Caranya – Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan kita sendiri. Hal ini dapat dicapai melalui usaha yang tekun dan doa, karena keduanya berjalan beriringan. Tanpa doa, semua usaha mungkin akan sia-sia, begitu pula sebaliknya. Membaca doa yang diyakini dapat mewujudkan keinginan seseorang hanyalah salah satu cara untuk melakukan upaya tersebut.

Rasulullah memberikan doa-doa tertentu yang kuat untuk memastikan bahwa keinginan terdalam kita dikabulkan oleh Allah SWT.

Arti dari firman Allah SWT adalah: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min: 60)

Tidak diragukan lagi, Allah SWT memperhatikan setiap doa, sebagaimana tercantum dalam kitab suci-Nya. Namun demikian, Yang Mahakuasa memiliki peraturan khusus-Nya dalam hal memenuhi doa setiap penyembah-Nya.

Kumpulan Doa Agar Keinginan Terkabul

Beberapa keinginan diucapkan secara langsung, sementara yang lain dikabulkan pada saat yang tepat atau bahkan di akhirat. Pertanyaan yang kemudian muncul: doa mana yang benar-benar manjur dalam memenuhi keinginan kita?

Tercantum di bawah ini adalah beberapa doa Muslim yang, ketika dipraktikkan, dapat mewujudkan keinginan seseorang dengan cepat.

Surat Alfatihah

Surah Al-Fatihah adalah bacaan doa yang sangat dihormati yang diyakini sangat efektif dalam memenuhi keinginan seseorang. Surat ini terkenal dengan sebutan “Ummul Kitab” atau induk dari Al-Quran. Juga wajib membaca Al-Fatihah saat salat.

Pesan mendasar dari Surat Al-Fatihah adalah pengakuan bahwa kita hanya bergantung pada Allah SWT untuk bantuan, mempercayakan Dia untuk membantu kita dalam mencapai apa yang tidak mampu kita capai sendiri.

Membaca Surat Al-Ikhlas, Doa Agar Keinginan Terkabul

Surat Al-Ikhlas, surat ke-112 dalam Al-Quran, terdiri dari empat ayat yang kuat yang mengandung gagasan tentang keesaan Allah SWT. Doa pengabul keinginan ini, bila diucapkan secara teratur, dapat memfasilitasi jawaban atas doa seseorang.

Dalam sebuah hadist dikatakan:
Sesungguhnya Rasullah SAW mendengar seseorang berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, bahwa diriku bersaksi sesungguhnya Engkau (adalah) Allah yang tidak ada ilah yang haq disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepada-Mu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula dipernakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya

Kemudian Rasullah SAW bersabda yang artinya:
Sungguh dirimu telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya, yang jika Ia diminta dengannya (pasti akan) memberi, dan jika Ia diseru dengannya, (pasti akan) mengabulkannya.” (HR. Abu Daud).

Jenis Doa Berikutnya Dikenal Sebagai Doa Hajat

Jika ada keinginan tertentu yang ingin kita penuhi, disarankan untuk memulai dengan doa hajat sebelum melakukan permohonan. Doa yang disarankan untuk ini diuraikan di bawah ini:

“Laa illaha illallahul haliimul kariimu subhanallahi robbil ‘arsyil “azim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin. As ‘aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaimaa maghfirotika wal ghoniimata min kulli birri wassalaamta min kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghafartahu walaa hamman illa farojhtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimin.”

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut dan Maha Pemyantun. Maha Suci Allah pemelihara Arsy Yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian malam. Kepada-Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Dan Penyayang.”

Ayat Kursi

Ayat ke-255 Surat Al-Baqarah atau dikenal juga dengan Ayat Kursi merupakan ayat yang kuat dan bermanfaat dalam Al-Quran. Membacanya memiliki kelebihan yang unik dan sering disebut sebagai doa pengabul keinginan. Berikut bacaan dan tafsir ayat tersebut:
Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqoroh: 255)

Ayat 285-286 dalam Surat Al-Baqarah

Ayat terakhir dalam Surat Al-Baqarah terdiri dari ayat 185-286. Seringkali, itu dibacakan setelah Ayat Kursi atau berturut-turut ketika berusaha untuk mengungkapkan harapan atau keinginan.

Abu Mas’ud Al Badri RA menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
Menurut sebuah riwayat oleh Bukhari Muslim, membaca dua ayat terakhir dari Surah Al Baqarah sebelum istirahat malam mengarah pada kecukupan yang diberikan.
Berikut ini bacaan surat Al-Baqarah ayat 285-286:
“aamanar-raslu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal-mu`minn, kullun aamana billaahi wa malaa`ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina aadim mir rusulih, wa qaal sami’naa wa aa’naa gufraanaka rabbanaa wa ilaikal-maiir

laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tu`aakhinaa in nasiinaa au akha`naa, rabbanaa wa laa tamil ‘alainaa irang kamaa amaltah ‘alallaiina ming qablinaa, rabbanaa wa laa tuammilnaa maa laa aaqata lanaa bih, wa’fu ‘annaa, wagfir lanaa, war-amnaa, anta maulaanaa fanurnaa ‘alal-qaumil-kaafiriin

Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali,”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Doa ini dianggap yang paling utama dalam mengabulkan keinginan. Biarlah itu memperkuat pengabdian kita dalam beragama.

Paket Wisata Raykha

More
articles

ASSALAMUALAIKUM

Mohon Info Paket Wisata Halal, Umroh dan Haji